Mengenal Beton Prategang

Mengenal Beton Prategang – Dengan semakin berkembangnya baik metode maupun teknik dalam bidang konstruksi membuat pembangunan baik fasilitas publik, pribadi maupun komersil lainnya dapat berlangsung secara efisien baik dalam waktu, tenaga dan juga dana. Dan semakin berkembangnya alat – alat dalam pembetonan dan metodenya membuat beton bangunan yang menjadi bagian pentingnya juga semakin berkembang.

Mengenal Beton Prategang

Jenis beton sendiri juga ada banyak macamnya guna menyesuaikan jenis keperluan atau kebutuhannya, hal ini tentu bertujuan agar beton yang digunakan tidak cepat rusak atau bahkan tidak terpakai. Salah satu jenis beton yang banyak digunakan dalam bidang konstruksi adalah beton prategang atau prestressed concrete.

Mengenal Beton Prategang

Beton adalah bahan yang memiliki kekuatan tekan yang cukup tinggi dengan kuat tarik yang rendah, selain beton itu sendiri kita juga perlu pula mengenal baja. Berbeda dengan beton, baja sendiri adalah logam turunan dari besi dengan kuat tarik yang tinggi.

Dan beton prategang adalah jenis material hasil paduan dari kedua bahan tersebut. Beton prategang sendiri merupakan beton yang diberi tegangan – tegangan dalam sehingga dapat digunakan untuk menetralisir berbagai tegangan tertentu yang dihasilkan dari pembebanan luar (diluar beban beton itu sendiri).

Dari berbagai proses prategang ini akan menghasilkan tegangan tekan pada beton yang bertujuan agar beton ini mampu menahan beban luar pada penampang. Beton prategang juga tersedia dalam jenis beton ready mix atau siap pakai.

Material Beton Prategang

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa material utama dari beton prategang adalah beton dan baja, namun tentunya kedua material tersebut juga dibentuk dari berbagai macam material lain yang berbeda.

Material yang cukup kompleks dibutuhkan saat membuat beton, material tersebut seperti halnya semen, agregat kasar, agregat halus dan air. Semua bahan tersebut harus dalam takaran yang tepat untuk menghasilkan beton dengan kualitas baik. Umumnya beton sendiri mempunyai kuat tekan sekitar 40 hingga 45 MPa, hal ini dapat diukur menggunakan jenis alat uji NDT seperti halnya hardness tester. Kuat tekan tersebut berguna untuk menahan tegangan tekan yang ada pada serat beton itu sendiri.

Sedangkan untuk baja yang menjadi elemen dari beton prategang juga mempunyai beberapa macam jenisnya yaitu :

  • Kawat tunggal atau wires
    Jenis kawat dari baja ini bisa didapatkan di pabrik – pabrik pembuatan baja, fungsinya adalah untuk menjadi materi pembuatan beton prategang dengan sistem yang disebut pratarik.
  • Untaian kawat atau strand
    Jenis kawat ini adalah salah satu baja yang dipakai pada beton prategang dan sistem yang dipakai adalah sistem pasca tarik.
  • Kawat batangan atau bars
    Jenis baja ini adalah jenis yang paling umum ditemui dan dipakai sebagai baja prategang yang menggunakan sistem pratarik.
  • Jenis tulangan biasa
    Jenis baja ini adalah jenis baja untuk tulangan non pra tegang yang dapat berupa tulangan secara memanjang dan lain – lain.

Jenis Pembebanan pada Beton Prategang

Akan tetapi beton normal dan beton prategang mempunyai perbedaan yang cukup mendasar, pada jenis beton prategang harus mengalami proses pembebanan terlebih dahulu. Namun selain itu juga masih banyak proses lainnya seperti halnya pengecekan untuk mengontrol kondisi dari bagian beton yang diberikan tekanan.

Secara umum, tahapan pembebanan dalam beton ada dua jenis yaitu :

  1. Tahap transfer
    Tahap transfer dapat dilakukan saat beton cukup umur, hal ini terjadi pada sistem pasca tarik dengan melakukan penarikan kabel prategang. Beban pada tahapan ini meliputi beban dari struktur itu sendiri, beban dari pekerja konstruksi yang terlibat dan juga beban dari peralatan yang digunakan dalam proses pembangunan tersebut. Pada proses ini beban yang digunakan diusahakan seminimum mungkin dengan gaya prategang yang maksimum.
  2. Tahap layan
    Kondisi ini disebut juga dengan service yang merupakan suatu kondisi pada saat beton prategang telah terpasang dan digunakan dalam komponen struktur. Pada tahap ini beban yang diberikan sudah mulai cukup kompleks.

Beban luar yang diberikan ada beberapa jenis yaitu beban hidup, angin, gempa apabila terjadi dan segala jenis beban yang berhubungan dengan struktur. Jadi intinya pada tahap layan ini beban maksimum harus diberikan dimana kemungkinan kehilangan gaya prategang yang mungkin akan didapatkan sudah diperhitungkan lebih dahulu.

Selain tahap pemberian beban pada beton prategang, harus diperhatikan pula kemungkinan hilangnya prategang pada beton, hal ini terjadi karena banyak faktor yang terjadi karena gaya prategang sebenarnya bisa mengalami pengurangan secara bertahap seiring waktu.

Pengurangan gaya prategang ini sendiri dikelompokkan menjadi dua katergori utama, yaitu hilangnya elastisitas pada saat fabrikasi maupun saat konstruksi dilakukan. Yang kedua adalah kehilangan prategang karena adanya penambahan umur bangunan. Untuk faktor ini, penyebabnya adalah susut maupun hilangnya efek temperature serta relaksasi pada baja.

Penyebab kehilangan gaya Tegang

Secara terperinci, kehilangan gaya prategang pada beton prategang bisa disebabkan oleh:

  • Perpendekan elastisitas beton
    Hal ini terjadi saat tendon yang melekat pada beton mengalami pemendekan secara simultan hingga kehilangan gaya prategangnya.
  • Gesekan pada tendon
    Kehilangan tegangan akibat faktor ini bisa dipengaruhi adanya pergerakan dari selongsong. Gesekan bisa terjadi antara tendon dan juga saluran beton yang ada dalam struktur di sekitarnya.
  • Slip pada pengangkuran
    Hal ini bisa terjadi pada beton prategang sewaktu kawat dilepaskan dari mesin penarik. Selanjutnya akan ditahan oleh blok pada angkur.
    Kehilangan gaya tegang bisa pula disebabkan faktor lain, yaitu rangkak pada beton, susut pada beton, dan relaksasi prategang.

Tentang Logam Titanium

Tentang Logam Titanium – Titanium merupakan logam yang mempunyai simbol Ti dan nomor atom 22 dalam tabel periodik unsur. Titanium merupakan jenis logam yang kuat dan sering dipadukan dengan jenis logam untuk digunakan dalam berbagai keperluan.

Tentang Logam Titanium

Sejarah

Nama Titanium berasal dari bahasa latin yaitu titans yang berarti anak pertama bumi dalam mitologi romawi. Mineral titanium sendiri ditemukan oleh Gregor di tahun 1791 dan dinamakan oleh Klaproth di tahun 1795. Titanium yang tidak murni dipersiapkan oleh Nilson dan Pettersson di tahun 1887, tetapi unsur yang murni tidak dibuat sampai pada tahun 1910 oleh Hunter dengan cara memanaskan TiCl4 dengan natrium dalam bom baja.

Keberadaan di alam

Unsur titanium ditemukan di meteor dan di dalam matahari, bebatuan yang diambil oleh misi Apollo 17 menunjukkan keberadaan TiO2 sebanyak 12,1%. Garis – garis titanium oksida juga sangat jelas terlihat di spektrum bintang – bintang bertipe M dan unsur ini merupakan unsur kesembilan terbanyak pada kerak bumi.

Dalam igneous rocks (bebatuan) dan dalam sedimen yang diambil dari bebatuan tersebut selalu terdapat unsur titanium. Selain itu titanium juga terdapat dalam mineral rutile, ilmenite, sphene dan terdapat juga dalam titanate dan bijih besi. Selain itu ternyata di dalam debu batubara juga terdapat titanium, dan terdapat pula di dalam tetumbuhan dan dalam tubuh manusia.

Sampai pada tahun 1946 titanium hanya dapat diteliti di laboratorium, Kroll menunjukkan cara memproduksi titanium secara komersil. Kroll melakukannya dengan mereduksi titanium tetraklorida dengan magnesium, kemudian metode ini dipakai secara umum. Logam titanium selanjutnya dapat dimurnikan dengan cara medekomposisikan iodanya.

Ciri – ciri dan Sifat

  • Berwarna putih keperakan
  • Ringan dan kuat
  • Memiliki massa jenis yang rendah
  • Keras tahan karat, dan mudah diproduksi
  • Titanium tidak larut dalam larutan asam kuat
  • Tidak reaktif di udara karena memiliki lapisan oksida dan nitrida sebagai pelindung
  • Tahan pengikisan 20 kali lebih besar dari pada logam campuran tembaga nikel
  • Batu permata titania lebih tampak cemerlang dari intan apabila dipotong dan dipoles dengan baik
  • Terletak pada golongan IVB dan periode 4 dalam tabel periodik unsur
  • Nomor atom titanium adalah 22
  • Massa atom relatifnya adalah 47,88 gr/mol
  • Titanium memiliki titik lebur 1.660 C dan titik didih 3.287 C
  • Logam paling keras dengan nilai kekerasan mencapai 9 skala mohs diukur menggunakan hardness tester

Proses Pembuatan Titanium

Titanium dialam terdapat dalam bentuk bijih seperti rutil (TiO2) dan ilmenit (FeTiO3), akan tetapi meskipun melimpah di bumi namun untuk mendapatkan unsur ini membutuhkan proses yang panjang dan dengan biaya yang tidaklah murah. Metode Kroll yang banyak menggunakan klor dan karbon merupakan jenis metode yang paling banyak digunakan untuk mengekstrak titanium. Reaksinya akan menghasilkan titanium tetraklorida yang kemudian akan dipisahkan dengan besi triklorida dengan menggunakan proses distilasi.

Senyawa titanium tetraklorida, kemudian direduksi oleh magnesium menjadi logam murni. Udara dikeluarkan agar logam yang dihasilkan tidak dikotori oleh unsur oksigen dan nitrogen. Sisa reaksi adalah antara magnesium dan magnesium di klorida yang kemudian dikeluarkan dari hasil reaksi menggunakan air dan asam klorida. Dari proses ini nantinya akan meninggalkan spons titanium yang akan mencair di bawah tekanan helium atau argon yang pada akhirnya membeku dan membentuk batangan titanium murni.

Kegunaan Logam Titanium

  • Militer : banyak digunakan untuk membuat peralatan perang (tank) dan untuk membuat pesawat ruang angkasa karena kekuatannya
  • Industri : bahan pembuat mesin pemindah panas (heat exchanger) dan bejana bertekanan tinggi serta pipa – pipa tahan korosi memakai bahan titanium
  • Kedokteran : sebagai bahan implan gigi, penyambung tulang, pengganti tulang tengkorak, struktur penahan katup jantung
  • Mesin : Material pengganti untuk batang piston

Keunggulan Titanium

  • Titanium sama kuat dengan baja tapi hanya beratnya hanya sekitar 60% darinya
  • Kekuatan lelah (fatigue strength) yang lebih tinggi dari pada paduan aluminium
  • Tahan suhu tinggi dalam pemakaiannya
  • Tahan korosi lebih baik dibandingkan baja, besi dan alumunium
  • Dengan rasio berat-kekuatan yang lebih rendah dari pada aluminium, maka komponen – komponen yang terbuat dari titanium membutuhkan ruang yang lebih sedikit dibanding aluminium

Sifat Mekanik Logam

Sifat Mekanik Logam – Logam merupakan material yang sudah banyak digunakan oleh manusia untuk berbagai keperluan dan kebutuhan. Jenis logam besi merupakan jenis logam yang banyak digunakan karena selain jumlahnya yang paling banyak juga yang paling memenuhi standar kekuatan dan ekonomis.

Sifat Mekanik Logam

Logam sendiri juga mempunyai sifat baik sifat kimiawi dan mekanik. Sifat mekanik merupakan sifat yang paling mudah untuk kita kenali, untuk lebih jelasnya berikut adalah beberapa sifat mekanik logam :

Kekerasan (hardness)

Sifat kekerasan adalah kemampuan bahan untuk tahan terhadap goresan, penetrasi, pengikisan (abrasi). Sifat ini berhubungan dengan sifat keausan (wear resistance) dan kekuatan yang dapat kita ukur menggunakan alat ukur kekerasan / hardness tester.

Kekuatan (strenght)

Sifat kekuatan adalah kemampuan bahan dalam menerima tegangan tanpa patah yang mempunyai beberapa macam tergantung pada beban yang bekerja. Beban ini antara lain dapat dilihat dari kekuatan tarik, kekuatan geser, kekuatan tekan, kekuatan puntir dan kekuatan bengkoknya.

Kekenyalan (elasticity)

Kekenyalan adalah kemampuan bahan menerima tegangan tanpa terjadinya perubahan bentuk yang permanen setelah tegangan dihilangkan. Apabila bahan mengalami tegangan maka terjadi perubahan bentuk dan bila tegangan yang bekerja besarnya tidak melewati suatu batas tertentu maka perubahan bentuk yang terjadi bersifat sementara.

Perubahan bentuk ini akan hilang bersama dengan hilangnya tegangan, akan tetapi apabila tegangan yang bekerja telah melampaui batas tersebut dan tegangan telah dihilangkan maka sebagian bentuknya masih ada. Kekenyalan juga menyatakan seberapa banyak perubahan bentuk elastis yang dapat terjadi sebelum perubahan bentuk yang permanen mulai terjadi. Jadi sifat kekenyalan menyatakan kemampuan bahan untuk kembali ke bentuk dan ukuran semula setelah menerima beban yang menimbulkan deformasi.

Kekakuan (stiffness)

Sifat kekakuan adalah kemampuan bahan dalam menerima tegangan tanpa terjadinya perubahan bentuk (deformasi) atau defleksi.

Ketangguhan (toughness)

Sifat ketangguhan adalah kemampuan bahan untuk menyerap sejumlah energi tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan, sifat ini sekaligus menjadi ukuran banyaknya energi yang diperlukan untuk mematahkan suatu benda kerja. Karena dipengaruhi oleh banyak faktor membuat sifat ini menjadi sulit untuk dilakukan pengukuran.

Plastisitas (plasticity)

Sifat plastisitas adalah kemampuan suatu bahan untuk mengalami sejumlah deformasi plastis (yang permanen) tanpa mengalami kerusakan. Bahan yang akan mengalami proses pembentukan seperti forging, rolling, extruding dan sebagainya penting untuk memiliki sifat ini, karenanya sifat ini juga disebut keuletan (ductility). Bahan yang mampu mengalami deformasi plastis yang cukup tinggi dikatakan  sebagai bahan yang mempunyai keuletan tinggi, dimana bahan tersebut dikatakan ulet (ductile), sedangkan bahan yang tidak menunjukan terjadinya deformasi plastis dikatakan sebagai bahan yang mempunyai keuletan yang rendah atau dikatakan getas – rapuh (brittle).

Kelelahan (fatique)

Sifat kelelahan adalah kecenderungan dari logam untuk patah jika menerima tegangan yang berulang – ulang (cyclic stress). Tegangan ini besarnya masih jauh di bawah batas kekuatan elastisitasnya. Sebagian besar kerusakan yang terjadi pada komponen mesin disebabkan oleh kelelahan, karenanya kelelahan merupakan sifat yang sangat penting tetapi sifat ini juga sulit diukur karena sangat banyak faktor yang mempengaruhinya.

Keretakan – merangkak (creep – crack)

Sifat ini adalah sifat suatu logam untuk mengalami deformasi plastik yang besarnya merupakan fungsi waktu, dimana pada saat bahan tersebut menerima beban yang besarnya relatif tetap.

Sifat mekanik logam juga dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa cara pembebanannya, yaitu sifat mekanik statik, sifat mekanik terhadap beban, sifat terhadap beban statik, sifat mekanik dinamik, sifat mekanik terhadap beban.

Pengukuran Ketebalan Beton

Pengukuran Ketebalan Beton – Beton merupakan bagian dari bangunan yang terbuat dari bahan agregat dan perekat, agregat disini dapat berupa pasir, batu, kapur dan pengikatnya biasa dari semen. Beton semen Portland adalah jenis beton yang umum digunakan, jenis beton ini dibuat dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air.

Pengukuran Ketebalan Beton

Kualitas sebuah bangunan disini akan sangat dipengaruhi oleh kualitas beton bangunannya, karenanya dibutuhkan pengukuran dan pengujian yang mampu memberikan data yang akurat mengenai kualitas beton. Untuk melakukan pengujian tersebut Anda dapat menggunakan alat uji NDT yang dapat digunakan untuk menguji kekuatan beton tanpa perlu merusaknya.

Alat uji NDT jenis Rebar locator dapat digunakan untuk mendeteksi ketebalan lapisan meliputi beton dan diameter rebar. Selain itu dalam menentukan lokasi konduktor substansi dan listrik magnet dalam medium non-magnetik dan non-konduktif juga dapat dilakukan menggunakan alat ini. Sebagai contohnya adalah dalam mendeteksi kabel di dalam tubuh dinding maupun pipa pemanas dll dapat dilakukan menggunakan alat ini tanpa harus merusak struktur dinding maupun pipa.

Pengukuran Ketebalan Beton

Seperti namanya, rebar locator ini digunakan untuk menemukan baja tulangan dan pipa logam dalam proyek konstruksi sebuah kunci untuk memastikan pembangunan yang aman dan pemeliharaan struktur beton.Sebelum memulai dalam pada setiap pekerjaan pemeliharaan, sangat penting untuk mengidentifikasi lokasi, orientasi dan kedalaman logam dalam struktur beton. Kekeliruan pengeboran ke pipa logam dapat bersifat merusak dan mahal.

Demikian pula, pengeboran ke struktur beton tanpa pengukuran yang tepat dapat menghancurkan bor mahal dan lebih buruk lagi, dapat menyebabkan kerusakan struktural yang signifikan.

Rebar locator  adalah alat yang tepat digunakan untuk tingkat akurat dari lokasi yang baik, selimut beton dan diameter rebar pada konstruksi bertulang yang tersedia dalam banyak merek dan model rebar locator. Sebagian jenis alat ini ada yang memanfaatkan medan elektromagnetik berfrekuensi rendah untuk menemukan benda besi dalam struktur. Akan tetapi teknologi terbarunya sudah menggunakan radar penembus tanah untuk menemukan baja dan objek lainnya dalam struktur.

Oleh karena itu untuk menemukan, mengevaluasi dan mengukur tebal selimut beton sangat tepat dilakukan menggunakan alat ini. Rebar detector terbaik dengan garansi alat selama 1 tahun penuh bisa Anda dapatkan hanya di CV. Java Multi Mandiri.

Sifat dan Jenis Logam Industri

Sifat dan Jenis Logam Industri – Logam merupakan unsur atau senyawa yang tidak bisa dilewati cahaya dan juga dapat menjadi penghantar listrik yang baik. Logam sendiri mempunyai struktur yang keras dan merupakan unsur dengan daya tahan yang tinggi yang menyebabkannya tidak mudah hancur atau rusak ketika ditempa.

Sifat dan Jenis Logam Industri

Sedangkan berdasarkan tabel periodik, unsur logam ditempatkan untuk seluruh unsur yang kadar beratnya diatas helium. Logam sendiri diolah menjadi bermacam bentuk kombinasi atau komponen suatu benda yang biasa kita gunakan sehari – hari seperti spare part otomotif, industri manufaktur, elektronik, industri kesehatan hingga mainan.

Sifat Logam

Dalam dunia industri sendiri, logam haruslah mempunyai sifat dan jenis tertentu yang telah ditentukan, yaitu :

Dapat Merenggang dan Kuat Ditempa

Logam memiliki lapisan dan susunan atom yang berbeda sehingga ketika susunan atomnya semakin simetris maka logam dapat merenggang dengan mudah dan juga tahan ketika ditempa.

Ketahanan yang Tinggi

Setiap logam dapat ditambah kekuatannya dengan cara mencampur dengan logam yang lainnya. Bisa juga dengan mencampur logam dengan material non logam atau yang biasa disebut aliase. Pada umumnya, material yang mengandung alias digunakan pada konstruksi bangunan dan juga komponen pada industri otomotif.

Dapat Mengalirkan Arus Listrik dengan Cepat

Selain digunakan pada industri, logam juga sering dipakai sebagai bahan baku dalam membuat kabel listrik. Alasannya, logam memiliki sifat dapat mengalirkan arus listrik dengan mudah dan cepat.

Penghantar Panas yang Bagus

Bukan hanya listrik, ternyata logam juga bisa menghantarkan panas dengan sangat cepat dari satu ujung ke ujung lainnya. Hal ini dikarenakan ketika logam menerima panas maka energi kinetic pada electron logam akan bertambah cepat sehingga panas bisa dihantarkan dengan cepat.

Mengkilap Jika Terkena Pantulan Cahaya dan Setelah Digosok

Logam memiliki permukaan yang halus dan padat sehingga akan terlihat mengkilap ketika terkena cahaya ataupun setelah digosok.

Macam – Macam Jenis Logam

Logam Ferrous

Biasanya logam jenis ini disebut besi atau baja karbon. Biasanya, besi sering digunakan sebagai material dasar dalam dunia teknik. Namun, besi murni masih sangat rapuh jika dipakai untuk pembangunan dan material bahan kerja lainnya. Maka dari itu, besi murni seringkali dicampur dengan berbagai macam unsur yang salah satunya adalah karbon atau zat arang (C). Beberapa macam logam ferrous yaitu besi tempa, besi tuang, baja lunak, baja karbon tinggi, baja karbon campuran dan lainnya.

Logam Non Ferrous

Sedangkan pada logam non ferrous tidak mengandung unsur besi (fe) di dalamnya. Jenis-jenis logam non ferrous yaitu Alumunium (Al), Tembaga (Cu), Timbal (Pb), Timah (Sn).

Macam – Macam Uji Logam

Uji Kekerasan (Hardness Test)

Pengujian ini dilakukan untuk mengukur nilai kekerasan pada material logam yang digunakan sebagai bahan dasar ataupun komponen pada proses industri. Dengan mengetahui nilai kekerasan maka bisa dijadikan rujukan untuk menentukan standar kualitas material tersebut. Dalam pengujian ini, alat yang digunakan adalah hardness tester.

Uji Tarik

Pada pengujian ini, ada beberapa parameter yang akan dinilai seperti ketahanan dan regangan. Metode kerjanya sederhana, yaitu menarik material logam hingga batas maksimal yang sudah ditentukan. Untuk pengujian tarik menggunakan alat yang disebut mesin Tensile Strength.

Uji Tekan

Uji tekan dilakukan untuk mengukur daya tahan logam pada saat diberi daya tekan hingga nilai batas maksimal. Hal ini bertujuan untuk mengukur maksimal beban yang mampu diterima ketika memasuki proses produksi.

Analisa Getaran Pada Mesin

Analisa Getaran Pada Mesin – Analisis Getaran merupakan salah satu faktor pendukung untuk meminimalisir terjadinya getaran yang berlebih pada mesin. Hal ini sering dikeluhkan para pemilik kendaraan karena mesin cepat mengalami getaran yang menyebabkannya cepat aus karena efek dari getaran tersebut.

Analisa Getaran Pada Mesin

Kehausan mesin ini seringkali terjadi dalam jangka waktu yang cepat padahal perbaikan mesin selalu menggantikan spare part lama dengan spare part baru. Lantas kenapa getaran tersebut menjadi indikator dari masalah keausan mesin padahal setiap spare part yang rusak selalu diganti.

Analisa Getaran Pada Mesin

Penjelasan singkatnya adalah, mesin merupakan serangkaian komponen yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Jika satu komponen mengalami kerusakan atau keausan, tidak menutup kemungkinan untuk komponen mesin lainnya menerima dampak negatif dari komponen yang mengalami kerusakan. Oleh karena itu, bila digantikan spare part hanya pada satu bagian saja tanpa memperhatikan komponen lainnya.

Mungkinan spare part yang baru digantikan juga dapat mengalami keausan sesuai dengan waktu yang begitu singkat, sebagai contohnya satu poros kopling bertumpu dengan komponen penyanggah poros. Sedangkan posisi poros mengalami misalignment sehingga seiring berjalannya waktu, poros akan mengalami keausan pada mesin dan dapat menyebabkan kerusakan yang merambat ke komponen – komponen lainnya.

Karenanya juga diperlukan condition monitoring dan pengendalian serta pengujian atau analisa getaran pada mesin dalam proses perawatan mesin. Analisa getaran ini yang lebih dikenal dengan istilah vibration analysis. Analisa getaran ini dapat kita lakukan menggunakan bantuan sebuah alat ukur yang disebut dengan vibration meter.

Perawatan mesin sangat diperlukan untuk menjaga keamanan kinerja mesin demi kenyamanan para pekerja dan untuk menjaga kestabilan mesin agar terkendali, sangat diperlukan proses vibration analysis. Kondisi ketidaksinambungan serta meliputi parameter operasi suatu mesin dapat berdampak kepada aspek – aspek lainnya seperti terjadi perubahan beban, perubahan kecepatan kerja, perubahan tekanan operasi, atau perubahan temperatur operasi apapun yang dapat menyebabkan perubahan kondisi getaran.

Proses vibration analysis sangat penting untuk membantu memperoleh hasil pengujian dari getaran yang sering terjadi pada mesin-mesin industri. Analisa getaran merupakan upaya untuk meminimalisir kerusakan komponen mesin merambat ke komponen – komponen mesin lainnya. Analisa getaran juga mempunyai fungsi guna mengetahui struktur mesin apakah masih dalam kondisi stabil yang sesuai dengan standar atau sebaliknya. Jadi para pengelola industri dapat mengambil tindakan untuk menghindari kerugian yang disebabkan getaran-getaran mesin yang pada umumnya dianggap bukan masalah serius.

Mengukur Ketebalan Cat

Mengukur Ketebalan Cat – Beberapa industri atau perusahaan sangat memerlukan pengujian kualitas cat untuk mencapai standar kualitas ketebalan cat. Pengujian ini biasa dilakukan pada material – material seperti baja, aluminium, timah, logam lain dan material non logam. Salah satu hal yang menentukan hasil pelapisan cat tidak hanya ditentukan oleh jenis cat yang digunakan, tetapi juga oleh parameter aplikasi cat seperti ketebalan lapisan cat dan besarnya nilai kekasaran permukaan substrat yang dihasilkan, faktor kondisi lingkungan dimana substrat ditempatkan dan persiapan permukaan sebelum pelapisan juga perlu diperhatikan.

Mengukur Ketebalan Cat

Proses pengecatan atau coating merupakan proses  manufaktur akhir yang  dibutuhkan untuk melapisi semua  komponen yang dibuat. Tujuan dari  pelapisan cat sendiri untuk meningkatkan penampilan, ketahanan terhadap air, ketahanan dari goresan atau bahkan untuk keausan. Oleh karena itu proses pengecatan ini merupakan salah satu proses yang membutuhkan anggaran dana besar pada pelaksanaanya. Perbaikan pada lapisan cat akan memakan waktu yang relatif lama dan memakan biaya sehingga akan memperlambat selesainya suatu komponen.

Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengujian kualitas cat meliputi :

  1. Coating Thickness secara visual

Maksudnya pengujian dilakukan dengan melihat secara langsung kerusakan – kerusakan pengecatan yang dapat diketahui secara visual, misalnya : popping, pinhole, orange peel, cratering (lubang kawah) motling, meler (sagging), dry spray , kotor, cat berbintik – bintik dan lain – lain. Pengukuran ini dapat dilakukan menggunakan coating thickness meter.

  1. Ketebalan (thickness)

Bertujuan untuk mengetahui ketebalan (thickness) cat di permukaan suatu material atau benda yang dicat karena pengecatan terdiri dari beberapa kali proses seperti pengecatan dasar (Primer), pengecatan antara (under coat) dan pengecatan tutup (top coat). Pengukuran ini dapat dilakukan menggunakan bantuan alat yang disebut thickness meter.

  1. Adhesion

Tingkat kerekatan cat pada benda kerja baik metal maupun plastik juga perlu dilakukan pengukuran karena hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pengelupasan pada part yang sudah dicat. Metode cross cut digunakan dalam pengukuran ini.

  1. Kekerasan (hardness)

Pengujian kekerasan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kekerasan cat yang terdapat pada logam atau plat.

  1. Corrosion Resistance (ketahanan korosi)

Pengujian ini sering juga disebut dengan “Salt spray” yang merupakan pengujian cat dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan cat dalam menahan timbulnya karat.

Cacat Pengecatan dan Penyebabnya

Tentu proses pengecatan juga dapat mengalami kesalahan atau cacat, salah satu kesalahan dalam pengecatan adalah ketebalan lapisan cat yang tidak sesuai standar. Ketebalan cat yang tidak sama atau tidak sesuai standar juga dapat dipengaruhi karena faktor seperti cat meleleh. Hal ini menyebabkan cat tidak rata dan pada bagian tertentu catnya sangat tebal yang biasanya terdapat pada permukaan yang tegak atau menyudut. Untuk lebih jelasnya berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkannya :

  • Thinner yang terlalu banyak dan terlalu lama menguap
  • Kurang meratanya lapisan cat dan hanya tebal pada satu beberapa bagian saja
  • Cat disemprotkan terlalu sering tanpa waktu tunggu yang cukup antara pelapisan yang satu dengan yang berikutnya
  • Jarak alat semprot dengan permukaan yang akan dicat terlalu dekat
  • Tekanan udara yang terlalu rendah
  • Cairan yang keluar dari alat semprot terlalu banyak
  • Viskositas cat penyemprotan terlalu rendah

Kelayakan Teknis Bangunan

Kelayakan Teknis Bangunan – Setiap struktur bangunan gedung harus dalam kondisi yang baik dan memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak baik dari segi mutu (keamanan bangunan), kenyamanan, sehingga dapat melayani kebutuhan sesuai dengan fungsinya.

Kelayakan Teknis Bangunan

Oleh karena itu, meskipun bangunan sudah berdiri dan terlihat kokoh, namun audit struktur dan analisis kelayakan teknis bangunan harus tetap dilakukan secara rutin.

Secara umum, faktor – faktor yang mempengaruhi kinerja suatu gedung adalah :

  • Faktor cuaca, iklim dan lingkungan
  • Faktor kondisi tanah
  • Faktor vibrasi akibat beban yang bekerja atau penambahan beban
  • Faktor bencana alam (misalnya: gempa)
  • Faktor mutu bahan dan mutu struktur
  • Faktor pemeliharaan

Untuk mengetahui kondisi aktual struktur dibutuhkan serangkaian investigasi, mulai dari investigasi visual, pengujian sampai dengan analisis struktur bangunan. Secara umum berikut adalah pengujian kelayakan teknis bangunan :

1. Pengamatan Visual

Pengamatan visual diperlukan sebagai Indikasi awal ada atau tidaknya kerusakan. Dengan pengamatan visual kita dapat melihat kemungkinan adanya kerusakan (seperti: adanya keretakan, lendutan, korosi dll) ditabulasi dan diidentifikasi, untuk dilakukan pengujian lanjutan.

2. Pengujian

Setelah kita melakukan pengamatan visual maka selanjutnya kita dapat melakukan pengujian dengan cara :

  • Pendekatan destruktif (Destructive Test)
  • Pendekatan non-destruktif (Non-Destructive Test)

Namun belakangan dengan melihat dari segi keamanan, ekonomis, kemudahan pelaksanaan dan keandalan maka metode pengujian Non Destructive Test (NDT) menjadi pilihan yang lebih menguntungkan. Hal ini juga ditunjang dengan semakin banyak dan canggihnya alat uji NDT seperti halnya hardness tester, thickness meter, dll yang ramah dengan benda yang diuji. Dengan metode Non Destructive Test struktur tidak perlu dirusak untuk keperluan pengujian.

Pengujian Non Destructive Test (NDT) dilakukan dengan aturan – aturan teknis yang dapat mengakomodasi kondisi struktur gedung. Dengan melakukan pengujian NDT ini, bila kondisi struktur / bangunan masih dalam keadaan baik maka masih dapat difungsikan tanpa harus melakukan perbaikan akibat dilakukannya tes. Hal ini tentu akan sangat berbeda dengan metode destructive test yang akan merusak material yang diuji.

Pengujian non-destructive test yang dapat dilakukan untuk audit struktur bangunan diantaranya adalah :

  1. Hammer Test
  2. UPVT
  3. Covermeter Test atau Rebar Scan
  4. Pulse Echo Test
  5. Impact Echo Test
  6. Brinell Test
  7. Core Drill
  8. Half Cell Potential Test atau Uji Korosi Tulangan
  9. Uji Tingkat Karbonasi Beton

Selain ditinjau dari aspek struktur penyelidikan kelayakan juga akan mengidentifikasi utilitas, estetika, serta kondisi sosial dan lingkungan sekitar bangunan, apakah masih mendukung terhadap keberadaan dan fungsi bangunan.

3. Analisis struktur

Berdasarkan data hasil pengujian dibuatlah model struktur dengan bantuan software analisis struktur seperti SAP2000, ETABS, STAADpro ataupun MIDAS GEN, dari hasil analisis struktur ini akan diketahui apakah kinerja struktur mampu menahan beban-beban yang bekerja sesuai dengan fungsi bangunan. Jika Kinerja (Kapasitas Struktur) melebihi Beban yang bekerja (dengan faktor keamanan tertentu), maka bangunan dikatakan layak fungsi.

Jika tidak maka di desain perkuatan yang diperlukan dengan persyaratan layak fungsi, akan tetapi jika tidak dimungkinkan dilakukan perkuatan maka struktur bangunan dikategorikan tidak layak fungsi dan harus dirobohkan.

Perbaikan Pada Beton

Perbaikan Pada Beton – Beton merupakan salah satu bahan bangunan yang banyak digunakan dalam membangun sebuah bangunan. Beton yang sering digunakan dan merupakan beton paling dasar adalah beton portland yang dibuat menggunakan campuran semen, kerikil, air dan pasir. Dengan menggunakan jenis beton ini maka Anda dapat menghemat penggunaan batu bata.

Perbaikan Pada Beton

Karena merupakan beton yang paling umum digunakan maka jenis beton ini lebih mudah didapatkan. Jenis beton ini juga tahan terhadap tekanan dan mudah dibentuk menjadi berbagai bentuk, selain itu beton ini juga tahan terhadap suhu tinggi sehingga aman bila terjadi kebakaran.

Pada daerah yang suhu udaranya dingin juga direkomendasikan menggunakan beton karena dapat menyerap panas dengan baik. Namun berbagai keunggulan tersebut hanya bisa didapatkan bila menggunakan beton yang baik, berikut adalah ciri beton yang baik :

Tidak Cacat

Beton yang baik adalah beton yang tidak memiliki rongga – rongga dan padat. Beton sendiri akan mudah hancur apabila keropon di dalamnya, hal ini juga akan membahayakan bangunan itu sendiri. Tampilan beton tersebut juga dapat mengindikasikan kekuatannya, apabila semakin tidak ada rongga dan padat maka semakin kuat beton tersebut.

Kedap Air

Beton yang baik juga haruslah tidak kedap air, adanya air yang merembes ke dalam beton dapat menyebabkan korositas pada besi tulangan. Hal ini akan menyebabkan beton lembab dan mengurangi kekuatannya.

Padat dan Tidak Menggumpal

Beton yang baik harusnya tidak menggumpal dan cenderung padat, beton yang digunakan haruslah keras dan tidak mengandung logam. Tingkat kekerasan beton ini dapat Anda uji menggunakan alat uji kekerasan beton atau hardness tester. Selain itu beton yang baik juga hanya memiliki maksimal kasar 2% untuk kandungan tanah liat, debu dan lumpur. Beton yang baik juga tidak mengandung garam,minyak dan bahan kimia lainnya.

Perbaikan Pada Beton

Beton yang cacat dapat Anda perbaiki, akan tetapi hal ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran lebih, untuk melakukannya ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan. Berikut adalah beberapa cara perbaikan pada beton :

1. Perbaikan pada Beton – Patching Spaling

Patching ini sering disebut juga dengan metode penambalan, metode ini hanya digunakan untuk retak yang kurang dari 0,3 mm. Pertama – tama bersihkan lebih dahulu beton dari debu, lalu tambal menggunakan bahan group dan barulah Anda dapat melakukan proses curing. Retak pada lantai cocok menggunakan metode ini.

2. Perbaikan pada Beton – Shotcrete

Metode shotcrete digunakan apabila keretakan yang terjadi sudah memiliki cakupan yang luas. Metode shotcrete mempunyai 2 sistem yaitu dry mix dan wet mix. Sistem dry mix merupakan campuran kering yang nantinya akan ditembakkan pada beton, sedangkan wet mix adalah campuran basah yang ditembakkan pada beton agar seragam.

3. Perbaikan pada Beton – Injection

Apabila keretakan terjadi pada struktur sebaiknya menggunakan metode injection, metode ini menggunakan material epoxy dengan viskositas rendah. Dengan begitu bagian beton akan mampu melekat dengan kuat kembali, metode ini dapat dilakukan menggunakan mesin atau secara manual.

4. Perbaikan pada Beton – Grouting

Cara perbaikan pada beton yang terakhir merupakan metode groutung yaitu dengan cara pengecoran dengan menggunakan bahan non shrink mortar. Dalam metode ini Anda harus benar – benar yakin bahwa tidak ada kebocoran karena air yang mengundang keroposan. Anda bisa menggunakan pompa atau secara manual untuk memperbaiki beton dengan cara grouting.