Cara Membuat Kaca

Cara Membuat Kaca – Kaca merupakan benda bening yang tentu sudah kita gunakan sehari – hari bukan. Umumnya kaca merupakan benda yang mudah pecah walaupun ada jenis kaca yang memang sangat keras.

Cara Membuat Kaca

Namun meskipun kita sudah sering melihat dan menggunakannya, akan tetapi proses pembuatan kaca ternyata rumit dan tidak semudah yang kita kira. Untuk lebih jelasnya berikut adalah cara membuat kaca, namun pertama kali kita harus tahu bahan pembuatannya :

  1. Pasir

Jenis pasir yang digunakan disini adalah pasir kuarsa yang sangat murni dengan kandungan besi maksimal pada pasir untuk membuat barang pecah belah adalah 0,45 persen. Sedangkan untuk membuat kaca optik biasanya harus kurang dari 0,015 persen, hal ini karena kandungan besi yang terkandung dalam pasir akan mempengaruhi warna kaca yang dihasilkan.

  1. Soda

Soda yang digunakan untuk membikin kaca biasanya berasal dari soda abu padat (Na2CO3), soda juga dapat diperoleh dari natrium nitrat, bikarbonat dan kerak garam.

  1. Feldspar

Feldspar (P2O.Al2O3.6SiO2) adalah jenis mineral yang cukup murah dan mudah didapat di pasaran, seluruh bagiannya merupakan oksida yang dapat dipakai untuk membentuk kaca.

  1. Borax

Borax digunakan sebagai bahan tambahan untuk menambahkan Na2O dan boron oksida karena memiliki daya fluks yang kuat, menurunkan sifat ekspansi kaca dan meningkatkan ketahanannya terhadap aksi kimia.

  1. Salt cake

Salt cake atau kerak garam adalah bahan tambahan guna membersihkan buih yang timbul karena mengganggu tanur tangki dan harus digunakan bersama dengan karbon supaya tereduksi menjadi sulfat.

  1. Kulet

Kulet sebenarnya adalah kaca yang telah hancur yang berasal dari barang – barang yang sering kita gunakan, penggunaan kulet ini baik untuk membantu proses peleburan.

  1. Blok refraktori

Setelah kita mengetahui bahan – bahan yang digunakan untuk membuat kaca, selanjutnya adalah bagaimana cara membuat kaca itu sendiri :

Langkah 1 : Penyiapan Pasir Kuarsa

Pasir kuarsa sering disebut dengan pasir silika yang menjadi bahan baku utama dalam proses pembuatan kaca. Kaca yang transparan dihasilkan dari pasir yang tidak mengandung besi sama sekali, apabila kandungan besi pada pasir terlalu banyak maka kaca yang dihasilkan nantinya akan berwarna kehijau – hijauan. Apabila pasir yang digunakan memang mengandung besi yang terlalu berlebihan, untuk meningkatkan kualitas kaca dari pasir tersebut maka Anda dapat menambahkan mangan dioksida.

Langkah 2 : Penambahan Natrium Karbonat dan Kalsium Oksida

Soda atau natrium karbonat digunakan untuk menurunkan suhu pada bahan baku sesuai dengan kebutuhan pembuatan kaca, sedangkan kalsium oksida digunakan untuk mencegah adanya air yang melewati kaca ini. Untuk meningkatkan daya tahan kaca maka dapat juga ditambahkan oksida magnesium atau aluminium. Berbagai bahan aditif tersebut juga harus diperhatikan kadar campurannya pada adonan kaca, pastikan tidak boleh dari 26 – 30 persen.

Langkah 3 : Penambahan Bahan – bahan Kimia Tertentu

Agar kaca memiliki karakteristik sesuai dengan yang kita inginkan maka kita juga dapat menambahkan bahan kimia tertentu ke dalam adonan kaca. Biasanya penambahan bahan kimia tertentu ini digunakan untuk membuat jenis kaca dekoratif, sebagai contohnya adalah oksida yang berfungsi untuk menciptakan kilauan pada permukaan kaca, mempermudah pemotongan kaca hingga menurunkan titik lelehnya. Sedangkan oksida lantanum bermanfaat agar kaca yang dihasilkan dapat menyerap panas dengan baik.

Langkah 4 : Penambahan Bahan Kimia Pemberi Warna

Penambahan bahan kimia yang menimbulkan warna juga biasa ditambahkan ke dalam adonan pembuatan kaca dan umum dilakukan pengerajin kaca. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa kandungan besi pada pasir kuarsa akan menghasilkan kaca berwarna kehijauan, sedangkan kandungan sulfur akan menyebabkan kaca berwarna kekuningan atau kecokelatan dan penambahan karbon dalam jumlah tertentu akan menghasilkan kaca berwarna kehitam – hitaman.

Langkah 5 : Persiapan Proses Pembuatan

Masukkan semua jenis bahan dasar pembuatan kaca ke dalam wadah yang bersifat tahan panas dan jangan lupa tambahkan juga bahan – bahan kimia aditif untuk menghasilkan karakteristik tertentu pada kaca yang akan dibuat. Apabila Anda ingin membuat kaca yang bening sempurna maka pastikan kemurnian pasir kuarsa yang digunakan, pastikan kandungan besinya sangat rendah atau tidak ada sama sekali.

Langkah 6 : Pemasakan Bahan Menjadi Cairan

Proses ini biasanya menggunakan tungku gas atau listrik untuk memanaskan dan memasak bahan dasar pembuat kaca. Pada umumnya semua jenis bahan dasar tersebut akan meleleh pada suhu 2.300 derajat celcius, namun guna menghindari terjadinya kecacatan produk maka suhunya akan segera diturunkan menggunakan natrium karbonat hingga menjadi 1.500 derajat celcius. Tentu ini suhu yang sangat panas dan tidak dapat diukur menggunakan termometer biasa. Pengerajin kaca biasanya menggunakan termometer inframerah / laser untuk mengukur suhu tungku dari jarak jauh yang tentunya akan jauh lebih aman.

Langkah 7 : Penyeragaman Cairan Kaca dan Gelembung

Saat proses pemasakan adonan kaca maka pengadukan dengan erakan yang konsisten harus senantiasa dilakukan secara berkala untuk menghasilkan sifat homogen pada bahan dasar kaca. Kemudian untuk dapat membantu proses pembuatan kaca tersebut dapat ditambahkan bahan kimia aditif seperti natrium klorida, natrium sulfat, atau antimon oksida.

Langkah 8 : Pencetakan Cairan Kaca

Setelah semua bahan dasar kaca ini mencair atau meleleh dengan sempurna maka selanjutnya cairan bahan kaca yang sangat panas ini dapat dimasukkan ke dalam cetakan sesuai dengan keinginan kita. Bangsa Mesirlah yang pertama kali mengenalkan metode ini dan hingga saat ini metode tersebut masih diaplikasikan. Proses ini merupakan proses penting yang harus dilakukan dengan cepat dan perhitungan yang akurat karena cairan kaca ini dapat mengalami perubahan suhu dan memadat dengan cepat.

Langkah 9 : Pendinginan Kaca

Apabila desain kaca yang akan dibuat sudah sesuai dengan desain yang kita inginkan maka selanjutnya kita dapat melakukan penurunan suhu pada cairan kaca. Proses ini cukup dilakukan dengan mendiamkan cairan kaca selama beberapa saat di tempat yang aman karena cairan kaca ini mudah sekali mendingin dan berubah menjadi padat.

Langkah 10 : Pembersihan Kaca

Setelah dingin dan memadat maka kaca akan disterilkan atau disebut dengan annealing. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan semua titik rawan yang menyebabkan kaca mudah pecah yang terbentuk selama proses pembuatannya tersebut, setelah proses ini Anda dapat menghias atau meningkatkan ketebalan kaca sesuai dengan keinginan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *