Menguji Kekerasan Material

Menguji Kekerasan Material – Setiap material pastilah mempunyai sifat maupun kekuatannya masing – masing, dan untuk mengetahui hal tersebut kita dapat melakukan pengujian terhadap material tersebut. Hasil pengujian tersebut dapat digunakan untuk membuat material tersebut bertahan lebih lama, menentukan beban yang tepat  dan sebagai standar kualitas untuk material itu sendiri.

Menguji Kekerasan Material

Tentu kekuatan dari setiap materi akan berbeda – beda dimana semakin tinggi nilai kekuatan material maka semakin besar energi yang dibutuhkan untuk menimbulkan jejak pada permukaanya atau merubah bentuknya. Kekarasan material umumnya akan sama dengan kekuatan tariknya yang artinya jika kekerasan pada material tinggi maka kekuatan tariknya juga akan tinggi.

Lantas bagaimana cara mengetahui tingkat kekerasan suatu material?

Dengan pengujian Hardness Test atau pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kekerasan pada suatu material menggunakan sebuah alat yang dinamakan Hardness Tester. Pengujian kekerasan suatu material (hardness test) ini merupakan pengujian yang paling efektif dan mudah untuk mengetahui tingkat kekerasan material tersebut.

Secara umum pengujian kekerasan tersebut dapat dibagi menjadi 4 yaitu Brinell Hardness, Rockwell Hardness, Vicker Hardness dan Micro Hardness yang mana keempat metode pengujian tersebut secara garis besar akan menguji tingkat kekerasan pada material dengan menggunakan pembebanan yang berbeda.

Pada awalnya pengujian kekerasan pada suatu material dilakukan dengan cara merusak material tersebut atau setidaknya sedikit merusak material tersebut. Pengujian dilakukan dengan memberikan penekanan pada material sehingga menyebabkan material sedikit cekung atau bahkan cekung. Dari kekuatan penekanan yang digunakan akan diketahui tingkat kekerasan material, namun bila material tersebut dirusak tentu tidak akan dapat digunakan lagi.

Namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kini berkembang pengujian kekerasan material tanpa merusak material tersebut atau NDT (Non Destructive Test). Pengujian cara ini memungkinkan material hasil pengujian dapat digunakan lagi. Pengujian ini biasanya dilakukan menggunakan alat ukur yang memanfaatkan gelombang ultrasonik yang dirambatkan melalui material.

Alat Uji NDT terbaik di Indonesia bisa Anda dapatkan di CV. Java Multi Mandiri yang merupakan distributor untuk alat ukur dan alat uji terbaik di Indonesia. Kami juga memberikan garansi untuk setiap produk kami selama 1 tahun, Anda juga akan mendapatkan customer support gratis dalam setiap pembelian produk kami.

Dasar Dasar Konstruksi Bendungan

Dasar Dasar Konstruksi Bendungan – Bendungan merupakan sebuah bangunan yang berfungsi untuk mengepang air ataupun meninggikan permukaan air. Pembuatannya didesain sedemikian rupa agar air melewati atas mercunya.

Dasar Dasar Konstruksi Bendungan

Oleh karena itu bendungan harus dipastikan dibuat dari bahan atau material yang kuat untuk menahan luapan air dari sumbernya. Pada dasarnya bangunan bendungan terdiri dari beton atau pasangan batu kali atau batu gunung.

Kekuatan beton tersebut tentu harus dipastikan mampu menahan debit air, biasanya dalam pembuatan bendungan akan digunakan alat uji NDT untuk memastikan kekuatan dari beton bangunan tersebut. Selain itu bentuk bendungan juga harus memenuhi syarat tidak akan tergeser dan tidak akan terguling saat menahan aliran air.

Pembuatan bendungan juga harus dibuat kuat agar tidak tergerus oleh air yang terjun yang dalam pembuatannya sering diberi lantai dari pasangan batu. Bangunan bendungan sendiri juga harus sungguh – sungguh dapat berfungsi untuk menahan air dan tidak boleh ada sebagian air yang mengalir melalui bawah bendungan.

Batu yang digunakan dalam pembuatan bendungan harus dipastikan keras, dengan celah yang tipis. Selain itu tembok dan dinding untuk tebing sungai dibuat paling tidak 80 cm – 100 cm di atas kedudukan air.

Kemudian untuk melindungi tepi – tepi tersebut dibuatlah pasangan pada tebing sungai, baik untuk sebelum hulu bendung maupun hilir. Hulu bendung dibuat sepanjang 10 – 15 meter sedangkan hilirnya dengan panjang 15 – 25 meter.

Tempat bendung akan mendapatkan olakan air yang paling besar sehingga sangat berpotensi merusak bendungan. Karenanya dinding ini dibuat menggunakan pasangan batu, pasangan batu pelindung dinding tebing. Dinding ini kemudian diakhiri dengan bentuk kerucut yang dimasukkan ke dalam tanah lebih dari 1 meter yang digunakan untuk meminimalisir penggerusan.

Membangun sebuah bendungan juga ditentukan berdasarkan kekuatan tanahnya, sifat – sifatnya dan jenis tanah. Oleh karena itu proses penyelidikan tanah seperti proses penyondiran dan pengumpulan data, guna mengetahui jenis – jenis dan sifat – sifat tanah harus dilakukan lebih dahulu sebelum membangun bendungan.

Disini contoh atau sampel tanah akan diambil untuk diteliti sifat dan jenisnya guna membangun pondasi sebuah bangunan bendungan. Selanjutnya tebing – tebing dan dasar sungai akan dilengkapi dengan lapisan batu kosong atau diberi lapisan pasangan batu maupun beton yang berguna untuk menahan tenaga air yang besar. Sedangkan di bagian hilir bendung biasanya terdapat sebuah ruangan dimana air bergolak – golak yang disebut dengan kolam peredam energi.

Selain itu penguatan tepi sungai atau pembuatan tanggul juga perlu dipertimbangkan, hal ini berguna sebagai penangkis banjir yang panjang. Bagian ini juga menghubungkan antara tanggul penangkis tersebut dengan tanah yang tinggi. Pembuatan perlindungan dasar sungai di bagian hilir ini dibuat menggunakan lantai dan sebaiknya ditambah dengan pasangan batu kosong atau dengan blok – blok beton.

Manfaat Besi Baja

Manfaat Besi Baja – Besi baja adalah jenis logam yang sudah tidak asing lagi bagi kita karena sudah banyak digunakan. Penggunaan besi baja ini sangat penting digunakan pada bidang konstruksi dan pembangunan.

Manfaat Besi Baja

Besi baja merupakan sebuah logam yang dibuat dengan menggunakan campuran besi dan juga karbon yang tentunya bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi dengan logam yang satu ini. Jadi besi baja dibuat dengan bahan dasarnya berupa besi sedangkan karbon ini digunakan sebagai campuran utamanya untuk mendapatkan besi dengan karakteristik tertentu.

Campuran karbon yang ditambahkan pada besi ini jumlahnya akan membedakan grade atau kualitas dari sebuah besi baja. Penambahan bahan karbon pada besi ini bertujuan agar besi mendapatkan tingkat kekerasan yang lebih baik dibandingkan besi sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan tertentu.

Meskipun karbon digunakan sebagai campuran utama, namun besi baja juga mempunyai campuran lainnya seperti mangan, krom, vanadium dan beberapa unsur lainnya. Dengan banyaknya campuran tambahan dalam besi baja bertujuan agar penggunaan besi baja dapat berkembang lebih luas. Salah satu nilai plus dari besi baja yang menyebabkannya memiliki pemanfaatan sangat besar adalah dari segi durabilitas yang tinggi karena sifatnya yang keras.

Dengan berbagai bahan tambahan tersebut membuat besi baja dapat memiliki tingkat kekerasan yang bisa mencapai 7 skala mohs bahkan lebih. Nilai tersebut didapatkan dengan melakukan pengukuran menggunakan hardness tester atau alat ukur kekerasan material.

Karena memiliki tingkat durabilitas yang tinggi maka pemanfaatannya dalam bidang konstruksi dapat lebih luas lagi, dalam dunia konstruksi bila suatu material memiliki tingkat kekerasan yang lebih baik maka penggunaannya dapat lebih luas. Hal ini karena dalam dunia konstruksi sebagian besar perlengkapan yang di bangun akan berhadapan dengan air dan berbagai bahan lainnya yang dapat menyebabkan korosi dan kerusakan pada material yang akan membuatnya rusak.

Karena sifatnya tersebut maka besi baja dapat digunakan dalam berbagai keperluan seperti halnya :

Pembangunan gedung

Dalam proyek pembangunan gedung banyak memanfaatkan besi baja dalam bahan bangunannya, karena pada sebuah pembangunan gedung akan ada banyak jenis gaya yang digunakan karenanya dibutuhkan sebuah material atau bahan yang kuat untuk menahannya.

Karena memiliki durabilitas yang baik maka dapat menahan gaya yang terjadi tersebut. Selain itu jenis baja ringan juga sering digunakan dalam bidang pembangunan. Baja ringan memiliki ketahanan yang tinggi namun beratnya lebih ringan sehingga menyebabkannya banyak dimanfaatkan untuk pembangunan atap dari sebuah bangunan.

Pembangunan sarana transportasi

Selain pembangunan gedung, pembangunan sarana transportasi juga banyak memanfaatkan penggunaan besi baja, salah satu fasilitas umum dalam dunia transportasi yang dibangun dengan menggunakan besi baja adalah rel kereta api.

Seperti yang kita tahu bahwa rel kereta api akan terpapar panas dan hujan sehingga pembangunannya membutuhkan bahan – bahan yang anti panas dan juga anti karat seperti besi baja.

Selain itu besi baja juga digunakan dalam pembangunan jalan raya, dalam hal ini adalah jalan yang terbuat dari cor beton. Disini besi baja digunakan dalam tulangannya, selain itu dalam pembangunan jembatan juga banyak menggunakan besi baja dalam konstruksinya.

Logam Yang Keras

Logam Yang Keras – Sebuah logam super keras telah dibuat di laboratorium yang merupakan hasil pelelehan dari titanium dan emas. Profesor Emilia Morosan dan timnya di Rice University di Houston merupakan pengembang dari logam jenis baru ini.

Logam Yang Keras

Logam baru ini akan menjadi zat logam yang dikenal kompatibel dengan jaringan hidup. Bahkan logam ini bisa menjadi sesuatu yang tak ternilai dalam produksi implan medis yang tahan lama. Jenis logam ini digadang – gadang bahkan lebih keras dari titanium murni dan bisa menjadi solusi implan medis yang tahan lama.

Perlu Anda ketahui bahwa saat ini, Titanium merupakan logam yang paling keras di bumi. Titanium memiliki nilai kekerasan 9 skala mohs bila diukur menggunakan hardness tester. Nilai tersebut hanya satu tingkat di bawah berlian yang merupakan material murni paling keras yang ada di bumi dengan skala kekerasan 10 skala mohs.

Logam baru ini digambarkan sebagai “senyawa generasi berikutnya untuk secara substansial dapat memperpanjang masa pakai implan gigi dan sendi pengganti”. Logam baru ini ditemukan dalam proses pembuatannya yang melibatkan magnet.

Prof Emilia Morosan, dari Rice University, Houston, mengatakan timnya telah membuat penemuan saat bekerja pada magnet konvensional yang terbuat dari titanium dan emas.

Logam jenis baru ini dibuat menggunakan bubuk atau bijih titanium dan emas murni dalam pembuatannya. Setelah dibuat ternyata logam baru ini tidak dapat digiling menggunakan lesung dan alu yang dilapisi berlian.

Bahan baru ini menunjukkan kekerasan tertinggi dari semua paduan Ti-Au [titanium-emas] dan senyawa. Akan tetapi dalam pembuatannya juga membutuhkan teknik khusus sehingga mendapatkan kekerasan maksimal dari campuran tersebut.

Prof Emilia Morosan juga menyebutkan bahwa kekerasan substansi bersama – sama dengan biokompatibilitas yang lebih tinggi dan ini membuat logam jenis baru ini menjadi senyawa generasi berikutnya untuk secara substansial memperpanjang masa pakai implan gigi dan sendi pengganti yang sering digunakan dalam tubuh kita.

Ini tentunya memungkinkan penggunaannya tidak hanya dalam bidang medis saja dan dapat merambah ke bidang industri pengeboran dan juga penggunaan alat dalam industri alat olahraga. Emas-titanium alloy adalah senyawa kubik dengan pengaturan tertentu atom ditemukan ketika logam digabungkan pada suhu tinggi.

Perlu menjadi catatan bahwa Titanium sudah lama digunakan sebagai implan medis pada gigi dan tulang sendi, namun biasanya perlu diganti setelah mencapai sepuluh tahun. Kini dengan adanya logam baru yang memiliki kekuatan empat kali dari Titanium murni maka dapat memperpanjang masa pakai implan tersebut.

Manfaat Besi Baja

Manfaat Besi Baja – Besi baja adalah jenis logam yang sudah tidak asing lagi bagi kita karena sudah banyak digunakan. Penggunaan besi baja ini sangat penting digunakan pada bidang konstruksi dan pembangunan.

Manfaat Besi Baja

Besi baja merupakan sebuah logam yang dibuat dengan menggunakan campuran besi dan juga karbon yang tentunya bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi dengan logam yang satu ini. Jadi besi baja dibuat dengan bahan dasarnya berupa besi sedangkan karbon ini digunakan sebagai campuran utamanya untuk mendapatkan besi dengan karakteristik tertentu.

Campuran karbon yang ditambahkan pada besi ini jumlahnya akan membedakan grade atau kualitas dari sebuah besi baja. Penambahan bahan karbon pada besi ini bertujuan agar besi mendapatkan tingkat kekerasan yang lebih baik dibandingkan besi sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan tertentu.

Meskipun karbon digunakan sebagai campuran utama, namun besi baja juga mempunyai campuran lainnya seperti mangan, krom, vanadium dan beberapa unsur lainnya. Dengan banyaknya campuran tambahan dalam besi baja bertujuan agar penggunaan besi baja dapat berkembang lebih luas. Salah satu nilai plus dari besi baja yang menyebabkannya memiliki pemanfaatan sangat besar adalah dari segi durabilitas yang tinggi karena sifatnya yang keras.

Dengan berbagai bahan tambahan tersebut membuat besi baja dapat memiliki tingkat kekerasan yang bisa mencapai 7 skala mohs bahkan lebih. Nilai tersebut didapatkan dengan melakukan pengukuran menggunakan hardness tester atau alat ukur kekerasan material.

Karena memiliki tingkat durabilitas yang tinggi maka pemanfaatannya dalam bidang konstruksi dapat lebih luas lagi, dalam dunia konstruksi bila suatu material memiliki tingkat kekerasan yang lebih baik maka penggunaannya dapat lebih luas. Hal ini karena dalam dunia konstruksi sebagian besar perlengkapan yang di bangun akan berhadapan dengan air dan berbagai bahan lainnya yang dapat menyebabkan korosi dan kerusakan pada material yang akan membuatnya rusak.

Karena sifatnya tersebut maka besi baja dapat digunakan dalam berbagai keperluan seperti halnya :

Pembangunan gedung

Dalam proyek pembangunan gedung banyak memanfaatkan besi baja dalam bahan bangunannya, karena pada sebuah pembangunan gedung akan ada banyak jenis gaya yang digunakan karenanya dibutuhkan sebuah material atau bahan yang kuat untuk menahannya.

Karena memiliki durabilitas yang baik maka dapat menahan gaya yang terjadi tersebut. Selain itu jenis baja ringan juga sering digunakan dalam bidang pembangunan. Baja ringan memiliki ketahanan yang tinggi namun beratnya lebih ringan sehingga menyebabkannya banyak dimanfaatkan untuk pembangunan atap dari sebuah bangunan.

Pembangunan sarana transportasi

Selain pembangunan gedung, pembangunan sarana transportasi juga banyak memanfaatkan penggunaan besi baja, salah satu fasilitas umum dalam dunia transportasi yang dibangun dengan menggunakan besi baja adalah rel kereta api.

Seperti yang kita tahu bahwa rel kereta api akan terpapar panas dan hujan sehingga pembangunannya membutuhkan bahan – bahan yang anti panas dan juga anti karat seperti besi baja.

Selain itu besi baja juga digunakan dalam pembangunan jalan raya, dalam hal ini adalah jalan yang terbuat dari cor beton. Disini besi baja digunakan dalam tulangannya, selain itu dalam pembangunan jembatan juga banyak menggunakan besi baja dalam konstruksinya.

Proses Pembentukan Logam Emas

Proses Pembentukan Logam Emas – Emas merupakan jenis logam mulia yang bernilai tinggi dengan simbol au (bahasa latin: ‘aurum’) dalam tabel unsur periodik dengan nomor atom 79. Logam mulia ini tentu sudah sangat familier bukan, namun apakah Anda tahu bagaimana proses pembentukan logam emas ini?

Proses Pembentukan Logam Emas

Secara alami, logam emas akan melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1.000 derajat celcius. Titik lebur yang cukup tinggi untuk jenis logam yang lunak dan mudah ditempa dengan nilai kekerasannya berkisar antara 2,5 – 3 (skala mohs) bila diukur menggunakan hardness tester. Logam emas ini memiliki berat jenis yang tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya, mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals).

Umumnya mineral ikutan tersebut adalah kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam dimana mineral pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur – unsur belerang, antimon dan selenium dengan elektrum sebenarnya jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di dalamnya >20%.

  • Proses terbentuknya emas

Jadi emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan dimana beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal. Sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer), genesa emas dikategorikan menjadi endapan primer dan Endapan plaser

  • Proses ekstraksi emas

Amalgamasi adalah proses penyelaputan partikel emas menggunakan air raksa hingga terbentuk amalgam (au – hg) dan masih merupakan proses ekstraksi emas yang paling sederhana dengan biaya yang murah. Proses amalgamasi merupakan proses kimia fisika dimana bila amalgamnya dipanaskan maka akan elemen – elemen seperti air raksa dan bullion emas akan terurai karena amalgam dapat terurai dengan pemanasan di dalam sebuah retort. Hal ini disebabkan air raksa yang akan menguap dan dapat diperoleh kembali dari kondensasi uap air raksa tersebut, sedangkan au-ag tetap tertinggal di dalam retort sebagai logam.

  • Kegunaan emas

Di banyak negara, emas banyak digunakan sebagai standar untuk menentukan standar keuangan dan juga digunakan sebagai perhiasan. Dengan keindahan dan nilai estetikanya menjadikan emas sebagai logam mulia yang banyak digunakan sebagai perhiasan, bahkan emas juga banyak digunakan sebagai bahan investasi.

Jenis Retak Pada Beton

Jenis Retak Pada Beton – Keretakan pada beton sendiri dapat dibedakan menjadi retak struktural maupun non – struktural. Kesalahan dalam desain atau juga beban yang melebihi kapasitas dapat menyebabkan retak struktural pada bangunan sehingga akan membahayakan bangunan.

Jenis Retak Pada Beton

Retak yang ekstensif / menyebar dari balok beton bertulang adalah salah satu contoh retak struktural, sedangkan retakan non-struktural sebagian besar terjadi karena adanya tegangan yang diinduksi secara internal dalam material bangunan. Pada umumnya retakan non-struktural tidak langsung mengakibatkan melemahnya struktur bangunan.

Keretakan sendiri dapat diukur dari lebarnya, panjangnya dan pola umumnya, namun biasanya lebar retak ini sulit diukur karena bentuknya yang tidak teratur (irregular shape).

Selain itu ada retakan yang disebut  retak mikro, retak ini terjadi pada fase pengerasan beton dimana retakan jenis ini akan sulit dideteksi karena terlalu kecil. Retakan ini hanya dapat dideteksi menggunakan alat Ultrasonic Flaw Detector yang dapat mengetahui keretakan hingga ukuran mikro.

Secara umum, berikut adalah jenis retak pada beton yang umum terjadi :

  1. Retak Plastis Akibat Penyusutan

Retakan ini biasanya terjadi setelah 1 – 8 jam proses penempatan beton. Ketika beton dengan sangat cepat mengalami kehilangan air karena faktor seperti udara, suhu beton, kelembaban dan kecepatan angin di permukaan beton yang menyebabkan air menguap dari permukaan beton yang baru saja ditempatkan lebih cepat dari pada bleed water. Hal ini akan menyebabkan permukaan beton akan menyusut dan beton yang tidak mengalami bleeding akan menyusut karena tahanan yang diberikan oleh beton dibawah lapisan permukaan yang mengering. Kemudian tegangan tarik berkembang di beton yang lemah mengakibatkan terjadinya retak – retak dangkal dengan berbagai kedalaman yang dapat membentuk retak yang acak dengan bentuk polygon.

  1. Retak Plastis Akibat Penurunan

Setelah pengecoran, penggetaran dan sampai beton selesai dicor, beton yang memiliki kecenderungan untuk terus mampat dan selama periode ini beton plastis mungkin ditahan oleh tulangan. Sedangkan beton keras akan ditempatkan lebih dahulu atau bekisting, perletakan setempat ini dapat menyebabkan rongga di bawah tulangan dan retak di atas tulangan. Ketika berhubungan dengan tulangan maka retak plastis akibat penurunan meningkat seiring dengan meningkatnya diameter tulangan, meningkatnya nilai slump dan berkurangnya selimut beton.

  1. Drying Shrinkage Cracking

Susut yang disebabkan karena pengeringan akan menghilangkan kadar air dari campuran semen yang dapat menyusut hingga 1%, tapi untungnya partikel agregat memberikan tahanan internal yang mereduksi besarnya perubahan volume sekitar 0,06%. Di sisi lain beton cenderung mengembang ketika dibasahi dan peningkatan volume dapat sebanding dengan besarnya penyusutan beton sehingga perubahan volume akibat perubahan kadar air ini adalah karakteristik dari beton. Bila susut pada beton dapat terjadi tanpa batasan maka beton tidak akan retak dikarenakan kombinasi dari susut dan batasan (diberikan oleh bagian lain dari struktur, dari tanah dasar atau dari kelembaban interior beton itu sendiri. Hal ini akan menyebabkan berkembangnya tegangan – tegangan tarik dan ketika batasan tegangan tarik dari material sudah dilewati batas maka beton akan retak

  1. Concrete Crazing

Crazing merupakan pengembangan jaringan retak acak halus atau celah pada permukaan beton. Retak jenis ini disebabkan oleh penyusutan lapisan permukaan, jenis retak ini biasanya tidak lebih dalam dari 3 mm dan lebih terlihat pada permukaan yang tergenang secara berlebihan. Retak ini biasanya terjadi pada saat beton berusia dini, biasanya sehari setelah pengecoran dan biasanya tidak mudah terlihat sampai permukaan telah dibasahi dan mulai kering. Walaupun tidak enak dipandang, namun retak ini tidak berbahaya karena tidak mempengaruhi struktur bangunan.

  1. Thermal Cracking

Struktur beton dapat mengalami perbedaan suhu disebabkan oleh bagian dari struktur kehilangan panas hidrasi pada tingkat yang berbeda, selain itu kondisi cuaca yang dingin, panas dari suatu bagian struktur yang berubah juga dapat menyebabkan hal tersebut. Perbedaan suhu ini menghasilkan perubahan volume yang berbeda – beda sehingga menimbulkan retak. Selain itu perubahan suhu juga dapat terjadi karena salah satu pusat beton lebih panas dari bagian luar karena pembebasan panas selama hidrasi semen atau pendinginan yang lebih cepat antara eksterior ke interior dan dari kedua kasus tersebut menyebabkan tegangan tarik pada eksterior. Bila kekuatan tarik terlampaui, maka dapat menimbulkan retak jenis ini.

  1. Cracking due to Chemical Reaction

Reaksi kimia yang merusak dapat menyebabkan retak pada beton dan reaksi ini mungkin terjadi karena bahan yang digunakan untuk membuat beton atau material lain yang bertemu dengan beton setelah beton kering. Beton dapat pecah seiring dengan waktu akibat reaksi ekspansif yang berkembang secara perlahan antara agregat yang mengandung silika aktif dan basa. Silika aktif dan basa ini dapat berasal dari hidrasi semen, admixture atau sumber eksternal seperti air curing, air tanah dan alkaline yang ditaruh atau digunakan pada permukaan beton yang sudah kering.

Cara Menguji Kekuatan Bangunan

Cara Menguji Kekuatan Bangunan – Bangunan merupakan hasil dari proses pekerjaan konstruksi yang berada di atas maupun di bawah tanah yang layak untuk ditempati yang biasanya dikonotasikan dengan rumah, gedung ataupun segala sarana, prasarana atau infrastruktur.

Cara Menguji Kekuatan Bangunan

Konstruksi bangunan harus ada dalam setiap bangunan, konstruksi sendiri adalah bahan bangunan yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat menahan beban dan menentukan pola atau bentuk bangunan.

Selain itu struktur bangunan yang menjadi konsep dasar dari sebuah bangunan harus dipikirkan lebih dahulu. Hal ini karena satu sama lain akan saling terkait dan memberikan kontribusi terhadap apa yang dibebankan terhadap bangunan tersebut.

Untuk menjamin kekuatan, estetika dan umur sebuah bangunan maka proses konstruksi bangunan harus dikerjakan dengan sebaik mungkin dan dengan konstruksi bangunan yang kokoh maka akan menjamin umur bangunan tersebut. Selain lamanya umur bangunan, yang terpenting adalah bangunan tersebut aman untuk digunakan sehingga dapat melayani kebutuhan sesuai dengan fungsinya.

Walaupun begitu kinerja atau kekuatan sebuah bangunan juga dapat dipengaruhi karena beberapa faktor seperti :

  • Faktor cuaca, iklim dan lingkungan
  • Faktor pemeliharaan
  • Faktor kondisi tanah
  • Faktor mutu bahan dan mutu struktur
  • Faktor bencana alam (misalnya : gempa, banjir dll)
  • Faktor vibrasi akibat beban yang bekerja atau penambahan beban

Setelah bangunan tersebut selesai dibangun maka diperlukan suatu pengujian terhadap kualitas dan kekuatan sebuah bangunan, salah satu pengujian tersebut adalah dengan pengujian NDT. Metode pengujian dengan metode pengujian NDT kini lebih banyak diminati karena pengujian yang dilakukan tanpa merusak bahan yang diuji.

Metode pengujian NDT ini dapat dilakukan dengan alat uji NDT seperti halnya hardness tester yang menggunakan gelombang ultrasonik. Pengujian Non Destructive Testing yang umum digunakan antara lain adalah :

1. Covermeter Test

Pengujian ini merupakan sebuah pengujian yang dilakukan untuk mengukur tebal selimut beton, jarak antar tulangan dan besar diameter tulangan yang sering disebut juga dengan pengujian Re-bar Scan.

2. Hammer Test

Hammer test merupakan sebuah metode uji yang simpel dengan nisbi yang praktis guna mengetahui bagaimana kualitas beton, metode ini dikenal juga dengan Concrete Hammer Test atau Schmidt Hammer Test.

3. Impact Echo Test

Metode ini dilakukan dengan sebuah benturan mekanis dengan bantuan ketukan palu atau lainnya,  hal ini akan menghasilkan gelombang frekuensi anatar 1 – 60 kHz dengan panjang gelombang dari 50 mm sampai 2.000 mm yang merambat dalam suatu media. Namun dengan catatan bahwa media tersebut merupakan media yang elastis homogen.

4. Carbonation Test

Metode ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kualitas selimut beton dalam melakukan perlindungan terhadap tulangan baja yang di dalamnya yang dilakukan dengan proses karbonasi guna menetralisir kondisi baja dalam beton. Apabila karbonasi telah mencapai seluruh selimut beton hingga mencapai tulangan baja di dalamnya, maka baja tulangan di dalamnya akan segera terkorosi. Korosi ini terjadi ketika udara lembab dan oksigen mencapai tulangan.

5. Pulse Echo Test

Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan alat yang telah memanfaatkan pulse echo sebagai inovasi teknologi. Pemanfaatan tersebut guna meningkatkan kinerja aplikasi ultrasonik dalam hal objek uji serta akses terhadap benda yang hanya terbatas di satu sisi.

Demikian adalah beberapa contoh pengujian kekuatan bangunan yang menggunakan metode pengujian NDT. Tentu masih ada beberapa pengujian yang dapat dilakukan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi bangunan.

Dinding Penahan Tanah Longsor

Dinding Penahan Tanah Longsor – Tanah longsor merupakan bencana alam yang dapat terjadi pada daerah perbukitan maupun pegunungan. Tanah longsor sendiri merupakan bergeraknya tanah dari atas menuju ke bawah yang sering disertai dengan bebatuan dan material lainnya.

Dinding Penahan Tanah Longsor

Pada dasarnya hal ini disebabkan karena gaya gravitasi bumi, namun dapat juga disebabkan karena faktor hujan yang lebat, penggundulan hutan dan gempa bumi. Tentu bila memasuki musim penghujan maka untuk Anda yang tinggal di daerah rawan longsor harus mewaspadai hal tersebut.

Tanah longsor tentu akan menyebabkan banyak kerugian seperti kerugian material karena rumah dan bangunan yang rusak, tertutupnya akses jalan hingga luas tanah yang berkurang.

Biasanya pada daerah rawan longsor akan dibangun dinding yang digunakan untuk meminimalisir terjadinya longsor. Pembuatan dinding ini juga dibarengi dengan pembuatan parit atau selokan untuk membuang air hujan agar tidak terjadi erosi tanah. Dinding penahan tanah longsor sendiri ada beberapa jenis yaitu :

  1. Penahan Dinding Cor Beton

Dinding penahan tanah longsor ini dibuat menggunakan cor beton. Cor beton ini berfungsi untuk menahan tanah agar tidak turun ke bawah, dinding jenis ini juga dilengkapi dengan pipa paralon. Pipa paralon ini berguna untuk mengalirkan air dari dalam dinding. Dinding penahan ini dibuat pada karakteristik tanah yang relatif tetap stabil.

Cor beton yang digunakan juga harus kuat karena berfungsi menopang bobot tanah. Oleh karena itu dalam pembuatan dinding jenis ini tingkat kekuatan dinding sering diuji menggunakan bantuan Hardness Tester. Hal ini berguna untuk memastikan kekuatan dinding.

Dinding penahan jenis ini biasanya digunakan untuk tanah pada sepanjang pinggir jalan yang terdapat gundukan yang mungkin saja dapat terjadi longsor sehingga akan membahayakan bagi para pengemudi.

  1. Penahan Dinding Bronjong

Tidak hanya cor beton, dinding penahan longsor juga dapat menggunakan metode bronjongan untuk bisa menahan dan pergerakan tanah. Dengan menggunakan metode bronjongan tanah akan dibuat menjadi bertingkat seperti tangga atau terasering. Kemudian batu kali disusun dan diletakkan ke dalam jaring khusus lalu diikat dengan kuat. Dinding penahan ini biasanya digunakan pada tanah sungai maupun tanah di dekat jalan raya.

  1. Penahan Dinding Turap Baja

Dinding turap baja merupakan jenis dinding penahan yang sering diaplikasikan pada sekitar aliran sungai untuk menahan runtuhnya atau longsornya tanah ke sungai. Pemasangan turap baja dilakukan pada saat ingin membuat struktur jembatan dan pemancangan tiang dalam pembuatan pondasi awal untuk jembatan.

Namun pemasangan tiang pancang biasnaya akan menimbulkan getaran yang cukup kuat. Getaran ini terjadi ketika hammer memukul tiang yang membuat tanah bergetar kencang. Oleh karena itu perlu dipasangkan turap tersebut untuk pemadatan tanah dan memberi daya dukung pada tiang pancang agar tanah tidak longsor atau amblas.