Kerusakan Kayu Akibat Proses Pengeringan

Kerusakan Kayu Akibat Proses Pengeringan – Pengolahan kayu merupakan salah satu tahap penting sebelum kayu akan dibuat menjadi barang jadi. Proses pengolahan ini bertujuan agar nantinya kayu mudah untuk diolah pada tahap selanjutnya, menambah kekuatan kayu, mengawetkan kayu, dll.

Kerusakan Kayu Akibat Proses Pengeringan

Tahap pengeringan kayu sendiri merupakan salah satu tahap penting yang akan sangat diperhatikan. Tahap ini sebenarnya bukan merupakan tahap yang sulit namun bila tidak diperhatikan dengan baik justru akan menyebabkan kerusakan pada kayu.

Pada tahap ini kayu akan dikurangi kadar airnya hingga mencapai nilai sekitar 12 – 15% yang merupakan standar tingkat kekeringan kayu. Untuk lebih memastikan hasilnya biasanya akan digunakan alat ukur kadar air atau moisture meter untuk mengukurnya.

Pengeringan kayu yang salah akan menimbulkan masalah baru seperti berikut ini :

  • Kerusakan Akibat Penyusutan Kayu

Pengeringan kayu dapat dilakukan menggunakan kiln atau dilakukan secara alami. Penyusutan kayu setelah proses pengeringan merupakan hal yang wajar, namun bila penyusutan terlalu berlebihan hal ini bisa disebabkan karena kurang hati – hati dalam pelaksanaan.

Kerusakan kayu berupa penyusutan dalam ukurannya merupakan salah satu kerusakan kayu yang umum terjadi. Agar penyusutan yang terjadi tidak terlalu banyak maka sebaiknya Anda mencegahnya lebih dahulu dengan cara menurunkan suhu pengeringannya maupun menaikkan kelembabannya. Penyusutan yang terlalu berlebihan dapat membuat kayu retak atau bahkan pecah.

Selain hal tersebut, penyusutan kayu yang berlebihan juga dapat menimbulkan hal sebagai berikut :

  • Pecah ujung (end checks) dan pecah permukaan (surface checks)
  • Pecah dimulai pada bagian ujung kayu yang menjalar pada seluruh bagian papan
  • Retak di bagian dalam kayu (honeycombing)
  • Casehardening
  • Bentuk mangkok (cupping) : berubahnya bentuk kayu berupa lengkungan pada arah lebar kayu
  • Bentuk busur (bowing) : berubahnya bentuk kayu berupa lengkungan pada arah memanjang kayu
  • Menggelinjang (twist)
  • Perubahan bentuk penampang kayu (diamonding)

Cacat – cacat seperti yang telah disebutkan merupakan cacat yang sulit untuk dihindari, namun cacat tersebut dapat diminimalisir. Caranya adalah dengan teknik penumpukan yang baik maupun meletakkan beban pemberat di bagian atas tumpukan dan juga selama proses pengeringan sebaiknya jangan menggunakan suhu yang terlalu tinggi.

  • Kerusakan Akibat Serangan Jamur Pembusuk

Kerusakan jenis ini biasa terjadi pada awal proses pengeringan dimana jamur itu sendiri sebenarnya telah melekat sebelum kayu tersebut dikeringkan dalam kiln. Bagian kayu gubal merupakan bagian yang biasanya terserang jamur karena jamur dapat tumbuh subur pada suhu yang rendah dan kelembaban yang tinggi. Oleh karena itu untuk mengendalikan kerusakan ini adalah dengan mempercepat pengeringan pada suhu lebih tinggi. Namun Anda tidak perlu terlalu khawatir karena jenis kerusakan ini hanya akan merubah warna kayu tidak sampai merubah sifat mekanis kayu.

  • Kerusakan Akibat Bahan Kimia di Dalam Kayu

Di dalam kayu itu sendiri sebenarnya sudah mengandung suatu zat yang disebut zat ekstraktif. Apabila kayu mengalami reaksi kimia maka zat ini dapat menyebabkan perubahan warna atau noda kimia pada kayu itu sendiri, perubahan ini tidak mempengaruhi kekuatan kayu itu sendiri. Kerusakan ini hanya menyebabkan kayu tidak enak dilihat oleh mata kita yang terjadi karena bereaksinya zat ekstraktif dengan panas yang ada pada kiln.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *