Menguji Kekuatan Struktur Beton

Menguji Kekuatan Struktur Beton – Bangunan adalah suatu konstruksi terstruktur yang terdiri dari dinding, tiang, pondasi, atap, dll untuk keperluan tertentu sesuai dengan kebutuhan pemiliknya. Akan tetapi secara umum bangunan terdiri dari 2 struktur utama yaitu struktur atas dan bawah.

Menguji Kekuatan Struktur Beton

Struktur bawah merupakan struktur bangunan yang terpendam di bawah tanah seperti pondasi dan sloof untuk menopang beban bangunan atas untuk menyalurkan beban ke dalam tanah agar gaya yang terjadi tetap stabil. Berbeda dengan struktur atas yang memang berada di atas tanah kolom, balok, plat dan atap yang berbeda dari segi fungsinya.

Pembangunan yang tidak direncanakan dengan baik sangat rawan terhadap keruntuhan, oleh karenanya dibutuhkan ketepatan dan ketelitian tinggi dalam merancang struktur bangunan serta berbagai pengujian agar mengetahui tingkat keamanan pada bangunan itu.

Pengujian ini salah satunya adalah pengujian tingkat kekerasan beton bangunan, kekerasan beton sendiri akan berpengaruh pada kekuatan bangunan. Pengujian ini dapat dilakukan menggunakan alat uji NDT seperti halnya hardness tester.

Pembuatan beton haruslah sesuai dengan standar yang telah ditentukan untuk menahan beban mati (dead load), beban hidup (live load), beban gempa (earthquake) dan beban angin (wind load) agar setiap komponen bekerja dengan baik dan maksimal.

Akan tetapi kekuatan beton dapat berkurang karena ada empat hal, yaitu :

  1. Faktor alam
  2. Faktor getaran akibat gempa
  3. Faktor mutu dan bahan bangunan yang kurang baik
  4. Faktor pemeliharaan yang kurang

Untuk mengetahui kondisi beton apakah masih baik atau perlu direnovasi dapat dilakukan dengan melakukan pengujian NDT, pengujian ini merupakan pengujian yang tidak merusak bahan uji atau Non Destructive Test (NDT).

Anda dapat menggunakan alat Concrete Covermeter Test Rebar Detector yang berfungsi untuk menguji pengukuran pada beton dengan cara menempelkan alat scan pada beton. Kemudian bagian – bagian di dalam beton akan langsung terlihat melalui angka, setelah melakukan pengujian langsung diberi tanda pada beton yang rusak tersebut.

Cara menggunakan alat Concrete Convermeter Test sangatlah mudah yaitu :

  1. Tempelkan sensor atau alat scan pada objek beton yang ingin di uji
  2. Kemudian hasil akan terlihat pada layar monitor
  3. Catat angka yang dihasilkan oleh hasil pengujian untuk melakukan analisa selanjutnya.

Cara merawat alat ini juga sangat mudah

  1. Setelah pengujian, lepaskan beberapa instrument dan bersihkan dengan kain kering
  2. Simpan alat ditempat kering dan jauhkan dari air terutama pada bagian sensor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *