Sifat Mekanik Logam

Sifat Mekanik Logam – Logam merupakan material yang sudah banyak digunakan oleh manusia untuk berbagai keperluan dan kebutuhan. Jenis logam besi merupakan jenis logam yang banyak digunakan karena selain jumlahnya yang paling banyak juga yang paling memenuhi standar kekuatan dan ekonomis.

Sifat Mekanik Logam

Logam sendiri juga mempunyai sifat baik sifat kimiawi dan mekanik. Sifat mekanik merupakan sifat yang paling mudah untuk kita kenali, untuk lebih jelasnya berikut adalah beberapa sifat mekanik logam :

Kekerasan (hardness)

Sifat kekerasan adalah kemampuan bahan untuk tahan terhadap goresan, penetrasi, pengikisan (abrasi). Sifat ini berhubungan dengan sifat keausan (wear resistance) dan kekuatan yang dapat kita ukur menggunakan alat ukur kekerasan / hardness tester.

Kekuatan (strenght)

Sifat kekuatan adalah kemampuan bahan dalam menerima tegangan tanpa patah yang mempunyai beberapa macam tergantung pada beban yang bekerja. Beban ini antara lain dapat dilihat dari kekuatan tarik, kekuatan geser, kekuatan tekan, kekuatan puntir dan kekuatan bengkoknya.

Kekenyalan (elasticity)

Kekenyalan adalah kemampuan bahan menerima tegangan tanpa terjadinya perubahan bentuk yang permanen setelah tegangan dihilangkan. Apabila bahan mengalami tegangan maka terjadi perubahan bentuk dan bila tegangan yang bekerja besarnya tidak melewati suatu batas tertentu maka perubahan bentuk yang terjadi bersifat sementara.

Perubahan bentuk ini akan hilang bersama dengan hilangnya tegangan, akan tetapi apabila tegangan yang bekerja telah melampaui batas tersebut dan tegangan telah dihilangkan maka sebagian bentuknya masih ada. Kekenyalan juga menyatakan seberapa banyak perubahan bentuk elastis yang dapat terjadi sebelum perubahan bentuk yang permanen mulai terjadi. Jadi sifat kekenyalan menyatakan kemampuan bahan untuk kembali ke bentuk dan ukuran semula setelah menerima beban yang menimbulkan deformasi.

Kekakuan (stiffness)

Sifat kekakuan adalah kemampuan bahan dalam menerima tegangan tanpa terjadinya perubahan bentuk (deformasi) atau defleksi.

Ketangguhan (toughness)

Sifat ketangguhan adalah kemampuan bahan untuk menyerap sejumlah energi tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan, sifat ini sekaligus menjadi ukuran banyaknya energi yang diperlukan untuk mematahkan suatu benda kerja. Karena dipengaruhi oleh banyak faktor membuat sifat ini menjadi sulit untuk dilakukan pengukuran.

Plastisitas (plasticity)

Sifat plastisitas adalah kemampuan suatu bahan untuk mengalami sejumlah deformasi plastis (yang permanen) tanpa mengalami kerusakan. Bahan yang akan mengalami proses pembentukan seperti forging, rolling, extruding dan sebagainya penting untuk memiliki sifat ini, karenanya sifat ini juga disebut keuletan (ductility). Bahan yang mampu mengalami deformasi plastis yang cukup tinggi dikatakan  sebagai bahan yang mempunyai keuletan tinggi, dimana bahan tersebut dikatakan ulet (ductile), sedangkan bahan yang tidak menunjukan terjadinya deformasi plastis dikatakan sebagai bahan yang mempunyai keuletan yang rendah atau dikatakan getas – rapuh (brittle).

Kelelahan (fatique)

Sifat kelelahan adalah kecenderungan dari logam untuk patah jika menerima tegangan yang berulang – ulang (cyclic stress). Tegangan ini besarnya masih jauh di bawah batas kekuatan elastisitasnya. Sebagian besar kerusakan yang terjadi pada komponen mesin disebabkan oleh kelelahan, karenanya kelelahan merupakan sifat yang sangat penting tetapi sifat ini juga sulit diukur karena sangat banyak faktor yang mempengaruhinya.

Keretakan – merangkak (creep – crack)

Sifat ini adalah sifat suatu logam untuk mengalami deformasi plastik yang besarnya merupakan fungsi waktu, dimana pada saat bahan tersebut menerima beban yang besarnya relatif tetap.

Sifat mekanik logam juga dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa cara pembebanannya, yaitu sifat mekanik statik, sifat mekanik terhadap beban, sifat terhadap beban statik, sifat mekanik dinamik, sifat mekanik terhadap beban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *